Sabtu, 10 Juni 2017

MANAJEMEN SEKOLAH

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Manajemen sekolah merupakan faktor yang terpenting dalam menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran di sekolah yang keberhasilannya diukur oleh prestasi tamatan, oleh karena itu dalam menjalankan kepemimpinan, harus berpikir “sistem” artinya dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah komponen-komponen terkait seperti: guru-guru, staff TU, Orang tua siswa/Masyarakat, Pemerintah, anak didik, dan lain-lain harus berfungsi optimal yang dipengaruhi oleh kebijakan dan kinerja pimpinan.
Tantangan ini akan dapat teratasi bila pengaruh kepemimpinen sekolah terkonsentrasi pada pencapaian sasaran dimaksud. Pengaruh kepemimpinan Kepala Sekolah disamping mengejar ketinggalan untuk mengatasi tantangan tersebut di atas, hal-hal lain perlu diperhatikan: Ciptakan keterbukaan dalam proses penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran. Ciptakan iklim kerja yang menyenangkan Berikan pengakuan dan penghargaan bagi personil yang berprestasi Tunjukan keteladanan Terapkan fungsi-fungsi manajemen dalam proses penyelenggaraan pendidikan, seperti: Perencanaan Pengorganisasian Penentuan staff atas dasar kemampuan, kesanggupan dan kemauan Berikan bimbingan dan pembinaan kearah yang menuju kepada pencapaian tujuan Adalah kontrol terhadap semua kegiatan penyimpangan sekecil apapun dapat ditemukan sehingga cepat teratasi Adakan penilaian terhadap semua program untuk mengukur keberhasilan serta menemukan cara untuk mengatasi kegagalan.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian dari Manajemen Sekolah ?
2.      Apa saja Tujua dari Manajemen Sekolah ?
3.      Apa saja Fungsi dari Manajemen Sekolah ?

C.    Tujuan Penulisan
1.      Untuk mengetahui pengertian dari Manajemen Sekolah.
2.      Untuk mengetahui Tujuan dari Manajemen Sekolah.
3.      Untuk mengetahui Fungsi dari Manjamen Sekolah.
BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Manajemen Sekolah
Dalam konteks pendidikan, memang masih ditemukan kontroversi dan inkonsistensi dalam penggunaan istilah manajemen.Dalam perkembangannya istilah manajemen secara substansial disamakan dengan istilah administrasi.Perbedaan pada keduanya terletak pada ruang lingkupnya saja. Administrasi lebih luas ruang lingkupnya dibanding dengan manajemen. Keduanya menekankan pada tercapainya efisiensi dan efektivitas kerja untuk keuntungan yang lebih besar. Manajemen yang baik ialah manajemen yang tidak jauh menyimpang dari konsep dan yang sesuai dengan obyek yang ditangani serta tempat organisasi itu berada. Sebagai bagian dari suatu ilmu, seharusnya manajemen itu tidak boleh menyimpang dari konsep manajemen yang sudah ada. Namun variasi bisa terjadi akibat kreasi dan inovasi para manajer. Variasi ini berkaitan dengan obyek yang ditangani dan tempat organisasi itu.
Djam’an Satori (1980) memberikan pengertian manajemen sekolah dengan menggunakan istilah administrasi sekolah yang diartikan sebagai “keseluruhan proses kerjasama dengan memanfaatkan semua sumber personil dan materil yang tersedia dan sesuai untuk mencapai tujuan sekolah yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien”. Antara administrasi sekolah dan manajemen sekolah dapat dipandang secara essensial dari tiga sudut pandang yakni sebagai ilmu, sebagai seni, dan sebagai suatu proses kegiatan.
Baik administrasi maupun manajemen sebagai suatu ilmu, keduanya telah memenuhi persyaratan sebagai suatu ilmu yakni :
1.      Keduanya memiliki obyek yang dipelajari yakni kerjasama sekelompok orang.
2.      Keduanya memiliki metode dalam mempelajarinya.
3.      Keduanya memiliki sistematika baik dalam mempelajarinya maupun dalam aplikasinya.



Manakala dipandang sebagai suatu seni, maka para pengelola sekolah dapat memerankan peranannya sebagai pemimpin yang mampu mempengaruhi dan mengajak orang lain untuk bekerja sama. Manakala dipandang sebagai suatu proses kegiatan, maka setiap orang yang terlibat dalam proses kerja sama dalam bidang persekolahan harus dapat melaksanakan tugas sesuai dengan fungsi dan perannya secara professional dan proporsional.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pengertian manajemen kelas disamakan dengan administrasi sekolah yaitu serangkaian proses kegiatan dengan memanfaatkan segala sumber di sekolah demi tercapainya tujuan sekolah secara efektif dan efisien.
B.     Tujuan Manajemen Sekolah
Pada hakikatnya tujuan manajemen sekolah tidak dapat terlepas dari tujuan sekolah sebagai suatu organisasi. Sekolah sebagai suatu organisasi memiliki tujuan institusional umum dan khusus. Tujuan institusional umum mengacu pada jenjang dan jenis pendidikan, sedangkan tujuan institusional khusus selain diwarnai jenis dan jenjang pendidikan juga diwarnai oleh penyelanggara pendidikan itu sendiri. Tujuan tersebut akan tercapai tergantung dari lembaga melaksanakan tugas kelembagaanya yang memerlukan proses manajemen yang baik.
Proses manajemen yang baik adalah manakala di dalamnya terdapat kegiatan manajerial yaitu kegiatan yang seyogyanya dilakukan oleh orang-orang yang mempunyai status dan kewenangan sebagai manajer, serta kegiatan operatif  yakni kegiatan yang seharusnya diselesaikan oleh para pelaksana lapangan.
Dengan demikian, tujuan akhir dari manajemen sekolah adalah membantu memperlancar tercapainya tujuan sekolah secara efektif dan efisien. Kehadiran manajemen dalam proses persekolahan sebagai salah satu alat untuk membantu memperlancar pencapaian tujuan.
Tujuan Manajemen Sekolah menurut Sagala (2007) adalah mewujudkan tata kerja yang lebih baik dalam empat hal.
1.      meningkatnya efesiensi penggunaan sumber daya dan penugasan staf.
2.      meningkatnya profesionalisme guru dan tenaga kependidikan di sekolah.
3.      munculnya gagasan-gagasan baru dalam implementasi kurikulum, penggunaan teknologipembelajaran, dan pemanfaatan sumber-sumber belajar.
4.      meningkatnya mutu partisipasi masyarakat dan stakeholder.
Tujuan utama penerapan Manajemen Sekolah pada intinya adalah untuk penyeimbangan struktur kewenangan antara sekolah, pemerintah daerah pelaksanaan proses dan pusat sehingga manajemen menjadi lebih efisien. Kewenangan terhadap pembelajaran di serahkan kepada unit yang paling dekat dengan pelaksanaan proses pembelajaran itu sendiri yaitu sekolah.
Disamping itu untuk memberdayakan sekolah agar sekolah dapat melayani masyarakat secara maksimal sesuai dengan keinginan masyarakat tersebut. Tujuan penerapan Manajemen sekolah adalah untuk memandirikan atau memberdayakan sekolah melalui kewenangan kepada sekolah dan mendorong sekolah untuk melakukan pengambilan keputusan secara partisipatif.
Secara lebih rinci tujuan khusus dilaksanakan manajemen sekolah yang baik agar:
1.      Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah dalam mengelola dan memberdayakan sumber daya yang tersedia.
2.      Meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam menyelenggarakan pendidikan melalui pengambilan keputusan bersama.
3.      Meningkatkan tanggung jawab sekolah kepada orangtua, masyarakat, dan pemerintah tentang mutu sekolahnya.
4.      Meningkatkan kompetisi yang sehat antar sekolah tentang mutu pendidikan yang akan dicapai.
5.      Terjadi efektifitas produksi pada setiap jenis dan jenjang pendidikan sehinggan para lulusannya dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan diatasnya, dapat bekerja sesuai dengan pengetahuan dan ketrampilan yang dimilikinya.
6.      Tercapainya efisiensi penggunaan sumber daya dan dana, tidak terjadi pemborosan terhadap waktu, uang, serta yang lainnya.








C.    Fungsi Manajemen Sekolah
Fungsi manajemen sekolah berkaitan dengan pekerjaan-pekerjaan manajemen sekolah. Fungsi-fungsi yang berkaitan dengan pengelolaan sekolah dapat diklasifikasikan menurut wujud problemanya, kegiatan manajemen dan kegiatan kepemimpinan. Fungsi manajemen sekolah dilihat dari wujud problemanya terdiri dari bidang-bidang substansi dari manajemen sekolah. Problema-problema yang merupakan bidang garapan dari manajemen sekolah terdiri dari :
1.      Bidang pengajaran atau lebih luas disebut kurikulum
2.      Bidang kesiswaan
3.      Bidang personalia
4.      Bidang keuangan
5.      Bidang sarana
6.      Bidang prasarana, dan
7.      Bidang hubungan sekolah dengan masyarakat (humas)
Fungsi manajemen sekolah dilihat dari aktivitas atau kegiatan manajemen  meliputi:
1.      Kegiatan manajerial yang dilakukan oleh para pimpinan. Kegiatan manajerial meliputi :
a.      Perencanaan
Perencanaan merupakan kegiatan untuk menetapkan tujuan yang akan dicapai beserta cara-cara untuk mencapai tujuan tersebut.T. Hani Handoko (1995) mengemukakan bahwa:“ Perencanaan (planning) adalah pemilihan atau penetapan tujuan organisasi dan penentuan strategi, kebijaksanaan, proyek, program, prosedur, metode, sistem, anggaran dan standar yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan.
T. Hani Handoko mengemukakan sembilan manfaat perencanaan bahwa perencanaan:
1.      membantu manajemen untuk menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkunganmembantu dalam kristalisasi persesuaian pada masalah-masalah utama.
2.      membantu dalam kristalisasi persesuaian pada masalah-masalah utama
3.      memungkinkan manajer memahami keseluruhan gambaran
4.      membantu penempatan tanggung jawab lebih tepat
5.      memberikan cara pemberian perintah untuk beroperasi
6.      memudahkan dalam melakukan koordinasi di antara berbagai bagian organisasi
7.      membuat tujuan lebih khusus, terperinci dan lebih mudah dipahami
8.      meminimumkan pekerjaan yang tidak pasti
9.      menghemat waktu, usaha dan dana.

Pada bagian lain, T. Hani Handoko memaparkan secara ringkas tentang langkah-langkah dalam penyusunan perencanaan strategik, sebagai berikut:
1.      Penentuan misi dan tujuan, yang mencakup pernyataan umum tentang misi, falsafah dan  tujuan. Perumusan misi dan tujuan ini merupakan tanggung jawab kunci manajer puncak. Perumusan ini dipengaruhi oleh nilai-nilai yang dibawakan manajer.
2.      Pengembangan profil perusahaan, yang mencerminkan kondisi internal dan kemampuan perusahaan dan merupakan hasil analisis internal untuk mengidentifikasi tujuan dan strategi sekarang, serta memerinci kuantitas dan kualitas sumber daya -sumber daya perusahaan yang tersedia.
3.      Analisa lingkungan eksternal, dengan maksud untuk mengidentifikasi cara-cara dan dalam apa perubahan-perubahan lingkungan dapat mempengaruhi organisasi.

b.      Pengorganisasian
George R. Terry (1986) mengemukakan bahwa “Pengorganisasian adalah tindakan mengusahakan hubungan-hubungan kelakuan yang efektif antara orang-orang, sehingga mereka dapat bekerja sama secara efisien, dan memperoleh kepuasan pribadi dalam melaksanakan tugas-tugas tertentu, dalam kondisi lingkungan tertentu guna mencapai tujuan atau sasaran tertentu”.
Hadari Nawawi (1992) mengemukakan beberapa asas dalam organisasi, diantaranya adalah :
1.      organisasi harus profesional, yaitu dengan pembagian satuan kerja yang sesuai dengan kebutuhan
2.      pengelompokan satuan kerja harus menggambarkan pembagian kerja
3.      organisasi harus mengatur pelimpahan wewenang dan tanggung jawab
4.      organisasi harus mencerminkan rentangan control
5.      organisasi harus mengandung kesatuan perintah
6.      organisasi harus fleksibel dan seimbang.

Ernest Dale seperti dikutip oleh T. Hani Handoko mengemukakan tiga langkah dalam proses pengorganisasian, yaitu :
1.      pemerincian seluruh pekerjaan yang harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan organisasi
2.      pembagian beban pekerjaan total menjadi kegiatan-kegiatan yang logik dapat dilaksanakan oleh satu orang
3.      pengadaan dan pengembangan suatu mekanisme untuk mengkoordinasikan pekerjaan para anggota menjadi kesatuan yang terpadu dan harmonis.

c.       Pengarahan
Pengarahan dilakukan agar kegiatan yang dilakukan secara bersama tetap melalui jalur yang telah disepakati bersama, tidak menyimpang yang pada akhirnya dapat menimbulkan terjadinya pemborosan. Menurut Rifai (1972) secara operasional pengarahan dapat dipahami sebagai pemberian petunjuk bagaimana tugas-tugas harus dilaksanakan, memberikan bimbingan selanjutnya dalam rangka perbaikan cara-cara bekerja, mengadakan pengawasan terhadap pelaksanaan instruksi yang diberikan agar tidak menyimpang dari arah yang ditetapkan, menghindarkan kesalahan-kesalahan yang diperkirakan dapat timbul dalam pekerjaan, dan sebagainya. Jadi pengarahan harus dilakukan oleh pengarah yang mempunyai kemampuan kepemimpinan agar orang yang diarahkan dapat melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya.

d.      Pengkoordinasian
Koordinasi dalam operasionalnya mengerjakan unit-unit, orang-orang, lalu lintas informasi, dan pengawasan seefektif mungkin, semuanya harus seimbang dan selaras dengan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Pengkoordinasian mengandung makna menjaga agar tugas-tugas yang telah dibagi, dikerjakan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan, tidak asal jadi atau sekehendak hatinya saja. Dengan koordinasi yang baik, maka dapat menghindarkan kemungkinan duplikasi dalam pembagian tugas, perebutan hak dan tanggungjawab, ketidakseimbangan dalam berat ringannya pekerjaan, kesimpangsiuran dalam menjalankan tugas dan tanggungjawab,dsb. Koordinasi yang baik juga dapat menjelaskan bataw waktu kerja yang harus dipertanggungjawabkan, memastikan kejelasan tugas pokok dan fungsi masing-masing, terhindar dari komunikasi yang buruk, semua personal sekolah mendengar apa yang ingin didengarnya dari pimpinan sekolah dan dari rekan sejawatnya, sehingga dapat mengarahkan semua pekerjaan sekolah menjadi lebih efektif dan efisien dan menghasilkan kualitas sekolah yang kompetitif.

e.       Pengawasan
Pengawasan (controlling) merupakan fungsi manajemen yang tidak kalah pentingnya dalam suatu organisasi. Semua fungsi terdahulu, tidak akan efektif tanpa disertai fungsi pengawasan. Robert J. Mocker sebagaimana disampaikan oleh T. Hani Handoko (1995) mengemukakan definisi pengawasan yang di dalamnya memuat unsur esensial proses pengawasan, bahwa : “Pengawasan manajemen adalah suatu usaha sistematik untuk menetapkan standar pelaksanaan dengan tujuan-tujuan perencanaan, merancang sistem informasi umpan balik, membandingkan kegiatan nyata dengan standar yang telah ditetapkan sebelumnya, menentukan dan mengukur penyimpangan-penyimpangan. Dengan demikian, pengawasan merupakan suatu kegiatan yang berusaha untuk mengendalikan agar pelaksanaan dapat berjalan sesuai dengan rencana dan memastikan apakah tujuan organisasi tercapai.Apabila terjadi penyimpangan di mana letak penyimpangan itu dan bagaimana pula tindakan yang diperlukan untuk mengatasinya.

f.       Penilaian
Penilaian adalah kegiatan mengambil keputusan untuk menentukan sesuatu berdasarkan kriteria baik buruk dan bersifat kualitatif. Setiap hasil kegiatan harus dievaluasi sebagai bentuk pertanggung jawaban institusi terhadap publik dan pemerintah daerah.
Kegiatan penilaian dilakukan pada akhir tahun anggaran. Kegiatan yang dilakukan mencakup hal-hal berikut :
1.      Melakukan penilaian terhadap penyelenggaraan kegiatan dan hasil yang dicapai, dibandingkan dengan rencana tahunan dan standar pelayanan.
2.      Menyusun saran peningkatan penyelenggaraan kegiatan sesuai dengan pencapaian serta masalah dan hambatan yang ditemukan untuk rencana tahun berikutnya.
3.      Menilai efektifitas program dan pelaksanaan tugas pengajaran dan tujuan-tujuan sekolah yang ditentukan sudah tercapai apa belum. Dan menilai pertumbuhan kemampuan mengajar tiap guru.

g.      Pelaporan, dan
h.      Penentuan anggaran
Pelaksanaan manajemen sekolah yang efektif dan efisien menuntut dilaksanakan beberapa fungsi manajemen tersebut secara terpadu dan terintegrasi dalam pengelolaan bidang-bidang manajemen pendidikan. 
Jadi melalui penerapan fungsi manajemen sekolah yang efektif dan efisien diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan secara keseluruhan.

2.      Kegiatan yang bersifat operatif, yakni kegiatan yang dilakukan oleh para pelaksana. Kegiatan ini berkaitan langsung dengan pencapaian tujuan. Artinya,bagaimanapun baiknya kegiatan manajerial (seperti perencanaan) tanpa didukung oleh pelaksanaan pekerjaan yang telah direncanakan tersebut, mustahil tujuan organisasi dapat tercapai dengan baik. Fungsi operatif ini meliputi pekerjaan-pekerjaan:
a.       Ketatausahaan yang dapat merembes dan dapat diperlukan oleh semua unit yang ada dalam organisasi
b.      Perbekalan
c.       Kepegawaian
d.      Keuangan
e.       Humas

Dalam suatu proses kegiatan organisasi kedua fungsi tersebut (fungsi manajerial dan fungsi operatif) saling menunjang, saling mempengaruhi, saling memerlukan dan saling mengisi satu sama lain. Dalam setiap fungsi saling memerlukan, sebagai contoh: bagian kepegawaian dalam pelaksanaannya kepemimpinan memerlukan fungsi manajerial dari perencanaan sampai dengan penentuan anggaran (seperti:penggajian, pemberian honor, dan sebagainya)
Fungsi manajemen sekolah dilihat dari kegiatan kepemimpinan lebih ditekankan bagaimana cara manajer dapat mempengaruhi, mengajak orang lain serta mengaturhubungan dengan orang lain agar bekerjasama mencapai tujuan. Dalam hal ini seorang manajer sekolah hendaknya dapat menerapkan pola kepemimpinan yang efektif. Pola kepemimpinan yang efektif adalah suatu gaya atau model kepemimpinan yang memperhatikan dimensi-dimensi hubungan antar manusia (human relation), dimensi pelaksanaan tugas dan dimensi situasi dan kondisi dimana kita berada.



















BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Dari makalah manajemen sekolah ini dapat di simpulkan bahwa, manajemen sekolah adalah proses kerjasama dalam merancanakan, mengorganisasikan, memimpin dan mngendalikan sekolah dengan  sistematik dan komperhensif dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Manajemen sekolah merupakan wewanang penuh kepada kepala sekolah dan guru untuk membantu pelaksaan pembelajaran yang sesuai dengan tujuan sekolah. Kepemimpinan kepala sekolah sebagai penentu arah kebijakan sekolah, harus mewujudkan tujuan pendidikan yang efektif dan efisien dan memenuhi kriteria-kriteria menjadi pemimpin sekolah.
Manajemen sekolah akan efektif apabila didukung oleh SDM yang professional untuk mengoperasikan sekolah, kurikulum yang sesuai dengan tingkat perkembangan dan karakteristik siswa, kemampuan dan tanggungjawab terhadap tugas, tenaga pendidik yang handal, sarana dan prasarana yang memadai untuk mendukung kegiatan belajar mengajar, dana yang cukup untuk menggaji staf yang sesuai dengan fungsinya.

B.     Saran
Hendaknya para guru memiliki kemampuan mengatur sekolah karena guru juga ikut berperan serta dalam pengembangan sekolah. Sebagai calon kepala sekolah perlu diadakan bimbingan atau seminar bagaimana menjadi seorang leadership. Pemerintah sebaiknya lebih menyorot pendidikan terutama kesejahteraan bagi guru.






DAFTAR PUSTAKA



Siron Yubaedi. 2010. Fungsi-fungsi Manajemen Sekolah (Online) (http://cintapendidikan-siron.blogspot.com/2010/10/fungsi-fungsi-manajemen-sekolah.html, diakses 06 Maret 2013)






Tidak ada komentar:

Posting Komentar